Aku lepaskan

19 Februari 2026, Kuala Lumpur, Malaysia


Bahkan setelah ribuan kilometer aku menempuh ruang dan waktu tuk memberi jeda pada diriku. Aku menemukan diri ku sempat berlari ke arahnya, kepada pikiran ku sendiri yang padahal menjadi alasan aku melangkah sejauh ini. 

Aku larut dalamnya. Aku membiarkan diriku tenggelam pada nestapa yang ku buat sendiri. Api yang kuredam selama hampir setahun lamanya, tlah berhasil ia beri setetes dua tetes minyak tanah hingga akhirnya tak berhasil tuk terbendung. Apa yang ku lindungi dari panas nya bara dan api tlah gagal ku selamatkan. 

Dua hari yang lalu. Aku meninggalkan sebuah bangunan yang membara. Aku menghancurkan puing-puing yang tlah terbakar hangus tak beraturan. Aku pergi membawa luka terbakar yang begitu panas membuat luka nya bahkan terus gatal dan masih berdarah. 

Mengubur diri kini bukanlah sebuah pilihan. Cepat atau lambat, aku akan dihadapkan oleh sebuah pilihan. Pilihan untuk terus melangkah dengan luka yang masih begitu hangat, atau kembali menemukan diri ku tenggelam di dalamnya. 

Tidak ada janji. Tidak ada yang harus ditepati. Tidak ada kata manis. Tidak ada aksi yang pasti. Tidak ada perubahan apapun selain rasa yang hampir mati. Aku tlah terjun bebas kedalam ketidakpastian yang begitu hebatnya membuat diri ku terus mempertanyakan apa yang dapat ku genggam kini. 

Tidak ada lagi harapan yang ingin ku panjatkan. Tidak ada lagi ekspektasi yang dapat dikedepankan. Dititik ini, di waktu ini, Hanya kepercayaan yang dapat trus membuat ku tuk trus bertahan. Untuk terus melangkah. Walau berat. Walau sulit. Walau sakit. Aku percaya. Aku percaya pada Rencana-Nya. Aku percaya pada Alur Hidup yang diberikan oleh-Nya. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tawa ku yang Letih, Berbicara

Barasuara – Terbuang Dalam Waktu

04/08/1999 - 04/08/2025