Aku lepaskan
19 Februari 2026, Kuala Lumpur, Malaysia Bahkan setelah ribuan kilometer aku menempuh ruang dan waktu tuk memberi jeda pada diriku. Aku menemukan diri ku sempat berlari ke arahnya, kepada pikiran ku sendiri yang padahal menjadi alasan aku melangkah sejauh ini. Aku larut dalamnya. Aku membiarkan diriku tenggelam pada nestapa yang ku buat sendiri. Api yang kuredam selama hampir setahun lamanya, tlah berhasil ia beri setetes dua tetes minyak tanah hingga akhirnya tak berhasil tuk terbendung. Apa yang ku lindungi dari panas nya bara dan api tlah gagal ku selamatkan. Dua hari yang lalu. Aku meninggalkan sebuah bangunan yang membara. Aku menghancurkan puing-puing yang tlah terbakar hangus tak beraturan. Aku pergi membawa luka terbakar yang begitu panas membuat luka nya bahkan terus gatal dan masih berdarah. Mengubur diri kini bukanlah sebuah pilihan. Cepat atau lambat, aku akan dihadapkan oleh sebuah pilihan. Pilihan untuk terus melangkah dengan luka yang masih begitu hangat...