Postingan

Super-Cut of us

I didn't see that coming Never even Believe me I tried I tried to convince myself that it wasn't love What's love anyway? How you did what you did How then a simple handshake could change everything How then those eyes made my breath away I know I was wrong since the beginning I know I wasn't supposed to fall in love  Especially with you Someone I know I could never have I never intended to have you anyway I never aim to be with you I don't want to Please try to understand that It's the feelings It's how warm it is to be near you It's how you feel like home It's how your eyes could cure the hurricane Many scars will bleed if I did By this I'm letting you go I'm letting go the feelings for you Trust me when I say If you're happy, I'm happy

It's 1 AM in Bali

  Its 1 AM in Bali.   It’s been 3 months since i move to this beautiful island, followed by my intuition that said i have to stay in order to figure who i meant to be and who am i to be. With only 200,000 Rupiah at start, i didn’t have much option to live. But here i am, still standing and still surviving. There’s a lot moment where i feel like im cursed, all those dark times and feelings i feel, those stupid choices i made just to escaping reality. Yet, again at the same time i feel blessed, to be able to feel and see too much from a 22 years old girl whose having her hardest year of her life. If comparing is something right, then make it wrong. I try, hard. I love, hard. But i failed, many many times. Don’t get me wrong, i didn’t regret any of those misunderstood feelings, broken-hearted feelings, and all of those fucked up feelings and the process on how did i even get those. I am fucking grateful towards those. I may seems happy, have such a perfect life, have su...

Tuk....

Telah kuarungi ombak Walau mungkin tak sedalam samudera Ku kayuh tajam kata yang menusuk Walau sempat tuk pungkiri rasa sakit yang ada Namun dalam gelap pun Tak akan ada secercah cahaya Jika ku berhenti percaya Yakinkan diri tuk tetap melaju Walau hati tlah diserbu riang yang layu Ku beranjak tak bergegas tanpa ragu Menuju jauh dari diri yang pilu Tak lagi kusam senyum yang ku tumpu Tak lagi gelap kini langit membiru Karna diri tlah yakin tuk menuju Kedalam diri yang asri penuh dengan kasih Benar memang diri tak putih suci bagai nirwana Benar memang diri meninggalkan remahan jejak tuk dicela Benar memang diri melakukan lumpur yang nista Namun benar pula memang diri hanyalah gumpalan manusia Jika ombak ingin menerjang, terjanglah Jika kata ingin menusuk, tusuklah Jika cacian ingin memaki, makilah Diri tak lagi rapuh Diri tak lagi runtuh Diri tak lagi bekerja bagai buruh Diri tak lagi berusaha mengisi lubang ekspektasi dari serbuan pilu yang membiru Karna kini diri tlah yakin Tuk menerim...

Adaptasi

  Bayangmu selalu sama Menyapu sukacita yang menyala Lalu redup melayang jauh didada, Kau hempas segala rasa  Hilang lalu hampa Senja kini tak lagi sama Rasa yang tlah disimpan lama Mejauh pergi tak beralasan Karna katamu kau tak tahan Cuitan manusia tak bersaring Luapan diri yang ingin bersaing Lidah yang tidak juga berhenti berdering Terlihat seperti tak bersalah namun anjing Pola pikir mu yang tak juga ku mengerti Mata membara namun padam hati Lebar senyum namun kata tajam berduri Diri yang hina tak mungkin abadi Melaju dengan harapan kau berlari Selamat tinggal kini kau tlah pergi Tak lagi ku menunggu ku beradaptasi

There you are, again

Seeing you from the corner of the room Butterflies and fireworks comes from within Trying too hard to get to know whats happening But you got scared and left me on my own   You took part of me i could never understand Feelin blue though we started as a friend We may not something that could ever be end Because there’s no start from the very begin   You left and i got scared You went away and baby this broken hearted Keep bleeding from all this pain   Why you gotta be this way When all i want is for you to feel the same But now it doesn’t matter, no Just go and bring all the memories away  

Maafkan

 12/08/2021   00.05 MAAFKAN Kuarungi dunia tiada henti Pertemuan nya dengan diri ini Menumbuhkan rasa yang sulit diyakini Karna tlah larut didalam benak sendiri   Akan kenangan pait yang sudah membusuk Satu dua patah kata yang menusuk Sudah menjadi senjata tuk tak menunduk Pada rasa bahagia yang merasuk   Namun sulit dihindari angan tentangnya Karna diri terlanjur mencintainya   Andai kau dan aku bertemu di lain waktu Diri yakin untuk bersatu Namun apa daya kini ku tak lagi tahu Apa yang ku mau Tolong beri aku waktu Tuk yakini diri bahwa kau memang untukku

Agresif

 (12/07/2018) AGRESIF Aneh bagimu memang Melihatku yang tak ingin lama lama Berbasi basi ria kala remaja yang baru lahir Kau manusia yang pada umumnya Menjaga jarak dan perasaan Menengok ke kanan dan kekiri Depan dan   belakang Adakah elang yang mengawasi Adakah singa yang siap menyantap Baru kau berani santap Sedang aku yang tak punya rasa perduli Dan aku pula yang tak mudah terjatuh hatinya Tapi kau berhasil menyandung ku Bertajuk perasaan berbunga padamu Dan menyerangmu tanpa nafas Kau pun gemetar ketakutan Takut melihat kulit ku yang coklat diantara yang putih Satu satunya bunga mati yang dikelilingi bunga hidup Kau takut ku berbeda Kau takut karna ku bukan yang jago dalam bermain Lalu kau pergi Melayang seperti tak pernah mendarat Meninggalkan jejak yang terlihat walau tak ingin dilihat